Senin, 26 Desember 2011

Sweet Christmas Card


Setiap Minggu, aku membantu di gereja sebagai pembimbing yang mengajar pendalaman Iman Katolik untuk anak-anak Katolik yang bersekolah di sekolah non-Katolik. Anak-anak ini kami menyebutnya BIA (Bina Iman Anak) dan BIR (Bina Iman Remaja).


Seminggu yang lalu, kami semua membuat kartu natal. Dengan semangat natal, anak-anak BIR menggoreskan tinta warna-warni di kertas putih mereka.

Dan inilah hasilnya,



It's so sweet :)

Thank You Kids :D
Rabu, 21 Desember 2011

He's too fat !





Berdasarkan sebuah kisah,

Santa Claus selalu masuk lewat cerobong asap untuk mengunjungi anak-anak di seluruh dunia dan meletakkan kado di bawah pohon natal atau di kaus kaki yang telah digantung.

Setelah selesai, ia akan mencicipi biskuit dan secangkir teh yang telah disiapkan anak-anak, lalu pergi kembali. Dan tentu saja, lewat cerobong asap.

Akan tetapi kali ini,

Kau terlalu gendut Santa! Hahaha...
Senin, 19 Desember 2011

I Found It ! Merry Christmas everyone!


Setelah berkeliling seharian satu kantor, akhirnya aku menyadari kalau Natal sudah tiba! Minggu Depan... *jejingkrakan*

Aku juga menemukan beberapa pernik natal lucu yang makin memperindah natal ini.








Selamat Hari Natal Kawan!
Selasa, 06 Desember 2011

Cookies Greetings





Sharing is Caring



Hmm, it's delicious cookies!

Season's Greetings




"Hi, my name's Danbo. Merry Christmas white bear."
Jumat, 04 November 2011

Laki-laki Senin


Hari ini hari Senin. Hari biasa. Rutinitas yang biasa. Aku sudah bangun dari pukul 5.06 pagi seperti biasa, ingin mengejar matahari yang sudah berangkat menuju barat (seperti biasa). Aku harus menggunakan 3 jenis angkutan umum yang salah satunya adalah bus transjakarta dan harus transit di halte paling fenomenal, Harmoni.

Antrian bus ke arah kantorku ini tidak terlalu banyak. Tapi memakan waktunya yang paling juara. Paling cepat 20 menit, paling lama 1 jam. Seperti biasa aku melangkahkan kakiku ke antrian dan...

di sana terlihat seorang laki-laki *unyu* yang berdiri dalam antrian. Dengan kemeja kotak-kotak biru lengan panjang dan tas ransel yang dibawanya. Aku tak pernah melihatnya selama ini. Entah mengapa naluriku berbisik kepada saraf motorik untuk bergerak dan ikut masuk dalam antrian disebelahnya! Aku hanya mengibaskan rambut, merapikan baju, memindahkan posisi tas, sesekali hanya meliriknya. Ia cukup menarik untuk dilihat. Aku suka.

Waktu yang terbuang untuk menunggu kedatangan bus ini jadi tak terasa lama. Tiba-tiba saja bus transjakarta datang, dan ternyata dia naik bus yang sama! (antrian di sini ada 3 arah yang berbeda) Dia ikut berdesak-desakan di belakangku lalu aku agak mundur dan ia berada di depanku.. Dia mengarah ke depan bus, aku ikut. Lalu ia mendapatkan kursi dan aku duduk di sebelahnya. *aaaah

Perjalanan ke kantorku hanya memakan waktu 10 menit. Entah kenapa aku hanya memiliki keberanian untuk menatapnya dari dekat. Aku sering menatapnya, tapi saat ia tiba-tiba balik menatapku, aku buang muka. Sungguh, aku malu!

Akhirnya sampai juga di halte tujuan. Tak kusangka ia juga turun di halte yang sama. Bedanya, ia turun lewat pintu belakang dan aku lewat pintu depan. Firasatku, pasti kami akan berpisah. Benar yang kuduga. Ia menyeberang ke kiri, aku ke kanan.
Aku berbalik dan melihat bayangannya hilang...

Wahai laki-laki Senin yang membangunkan semangatku, semoga kita berjumpa lagi.
Senin, 10 Oktober 2011

Mencari Pelangi


Suara tetes hujan pelan-pelan terdengar. Dari gerimis hingga akhirnya semakin lama semakin deras. Aku menatap dedaunan yang bergoyang kesana kemari, pasrah terhadap angin. Lalu terdengar suara manja dari luar, dua kucingku ketakutan.

"Ayo masuk..." aku membuka pintu. Keduanya serempak masuk, yang satu langsung naik ke atas sofa menjilati bulunya yang basah. Yang satunya lagi ke dapur, mencari makan. Aku segera mengikuti yang satu itu ke dapur, membuatkannya makan. "Mao, mau makan sekalian tidak?" Segera, kucing yang sudah merapikan bulu-bulunya itu masuk ke dapur. Mereka makan berdua. Aku duduk melihatnya.

Hujan seperti ini, malah terasa sepi. Aku melamun. Kemudian Mayo menatapku. "Makan saja Mayo, aku tidak apa-apa." Aku hanya kesepian..

Mao menjilati mulutnya, kemudian ia mengeong. Hujan di depan sudah berhenti. Bau tanah basah mulai tercium, kupu-kupu mulai berterbangan. Aku tersenyum.
"Mao.. Mayoo.. Ayo kita mencari pelangi.."

Hello!

Foto Saya
semangkasegar
Aku kangen kamu.
Lihat profil lengkapku

tweet me

Followers